Malaysia Makin Agresif Bidik Turis Muslim Timur Tengah
Malaysia terus berupaya menjaring turis dari berbagai negara Muslim di dunia Arab. Bahkan Malaysia menobatkan negaranya jadi surga kosmopolitan dan halal.
Dengan pantai-pantainya yang masih asli dan memiliki beragam budaya, Malaysia menjadi magnet bagi wisatawan Timur Tengah.

(Foto: CN Traveller)
Seperti dilansir dari Arab News pada Rabu (3/7/2019), Malaysia terus berbenah di dunia pariwisata halal. “Malaysia menikmati hubungan baik dengan Timur Tengah. Orang Arab akan selalu merasa diterima di Malaysia. Kami saling menghormati satu sama lain,” kata Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia, Mohamaddin Haji Ketapi.
“Malaysia memiliki masyarakat multikultural. Ada banyak kelompok etnis yang hidup bahagia dan damai di negara ini.” tambahnya.
Dijajah oleh Inggris, para migran dari Tiongkok dan India dibawa ke Malaysia sebagai buruh. "Negara ini adalah campuran orang Melayu, Cina, dan India," kata Haji Ketapi.
Malaysia memiliki banyak tempat untuk dikunjungi selain Ibu Kota Kuala Lumpur. Ada Penang, Melaka, Kepulauan Langkawi, dan Sabah.
"Di Timur Tengah, sebagian besar pengunjung berasal dari Arab Saudi, Oman, Yaman, Yordania, UEA dan negara-negara GCC (Dewan Kerjasama Teluk) lainnya," kata Haji Ketapi.
Pada 2018, hampir 33.000 turis Arab mengunjungi Malaysia. Berarti Malaysia mengalami kenaikan turis dari 27.000 tahun sebelumnya.
Jumlah wisatawan Arab diperkirakan akan semakin meningkat karena Malaysia terus memposisikan dirinya sebagai surga yang ramah bagi Muslim dan halal.
Haji Ketapi mengatakan, turis Saudi menghabiskan $ 257 per kapita saat berlibur di Malaysia. Ini menunjukan bahwa turis Saudi paling banyak mengeluarkan uang dibandingkan dengan pengunjung dari Inggris, AS, dan Australia.
“Baru-baru ini, kami berada di Dubai mempromosikan Malaysia untuk menarik lebih banyak orang Arab. Mereka dianggap sebagai turis kelas atas," terang Haji Ketapi.
“Ketika mereka datang ke Malaysia, mereka dapat menghabiskan hingga enam atau tujuh malam, atau bahkan lebih. Mereka tinggal lebih lama di Malaysia daripada beberapa turis lain,” tambahnya.
Turis Saudi menghabiskan rata-rata 10,1 malam liburan di Malaysia. "Mereka datang ke Malaysia untuk perawatan kesehatan, berbelanja, dan berlibur," kata Haji Ketapi.
"Beberapa dari mereka bahkan datang ke sini untuk bisnis. Mereka memiliki bisnis restoran. Itu sebabnya Anda dapat dengan mudah menemukan restoran Arab."



0 Komentar